Sekelompok landak disebut duri—istilah yang pas dan mudah diingat yang menonjolkan ciri paling khas dari hewan ini: duri mereka yang tangguh. Seperti “pembunuhan” burung gagak atau “parlemen” burung hantu, kata benda kolektif ini melekat dalam pikiran, memunculkan gambaran pertemuan yang runcing dan hati-hati.
Biologi Pertahanan
Landak adalah hewan pengerat yang dilengkapi dengan bulu yang dimodifikasi yang berfungsi sebagai duri tajam dan dapat dilepas. Adaptasi ini melindungi mereka dari predator, menjadikan mereka sasaran yang sulit. Ada dua keluarga utama: Landak Dunia Lama (ditemukan di Afrika, Asia, dan Eropa Selatan) dan Landak Dunia Baru (termasuk spesies Amerika Utara). Meskipun keduanya mengandalkan duri, perilaku mereka berbeda; Landak Dunia Lama mencari makan di tanah, sedangkan landak Dunia Baru adalah pemanjat yang terampil.
Makhluk Soliter dalam Paket Runcing
Meskipun mempunyai kemampuan bertahan, landak pada umumnya adalah makhluk penyendiri. Mereka mencari makan sendirian di malam hari, memakan kulit kayu, dedaunan, dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Meskipun mereka kadang-kadang berkumpul untuk mencari kehangatan selama musim dingin, pertemuan besar—yang sebenarnya merupakan “duri”—jarang terjadi di alam. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang yang belum mengetahui nama grup tersebut.
Daya Tarik Kata Benda Kolektif
Istilah “duri” termasuk dalam kategori kata benda kolektif yang lebih luas, yang memanusiakan perilaku hewan dan menambahkan sentuhan imajinasi pada deskripsi satwa liar. Contoh lain termasuk “sekawanan” serigala, “kumpulan” ikan, atau “kawanan” rusa. Istilah-istilah unik seperti “bisnis” musang, “sekumpulan” anak kucing, atau “pasukan” monyet membuat fakta tentang hewan menjadi lebih menarik.
Nama-nama ini bukan hanya untuk bersenang-senang. Mereka digunakan dalam penulisan alam, video, dan pendidikan untuk membangkitkan minat dan menciptakan asosiasi yang mengesankan.
Dampak Bahasa yang Abadi
Kata benda kolektif meningkatkan pesona bahasa Inggris, membuat percakapan tentang satwa liar menjadi lebih berwarna dan berkesan. Baik diakui secara resmi atau dibuat oleh penggemar (seperti “pasukan cumi-cumi”), istilah-istilah ini menambah kemeriahan diskusi dan postingan media sosial. Istilah “duri” adalah contoh sempurna bagaimana bahasa dapat menangkap esensi karakteristik unik suatu makhluk.
Singkatnya, “duri” landak bukan sekadar kosakata—ini adalah pengingat akan adaptasi luar biasa dan sifat menyendiri dari hewan pengerat runcing ini.


























